Mengenal Sistem Operasi Android

Apa itu Android ?

Saat ini sebagian besar ponsel di pasaran, menggunakan sistem operasi Android atau biasa disebut OS Android (OS merupakan singkatan dari Operating System, atau bahasa kitanya adalah sistem operasi). OS Android adalah sistem operasi pada ponsel dan tablet berbasis kernel Linux yang dikembangkan oleh perusahaan raksasa asal Amerika Serikat yaitu Google Inc.
Istilah Android pertama kali dipopulerkan oleh penulis asal Prancis, Villiers dengan bukunya yang berjudul L’Eve pada tahun 1886. Arti Android itu sendiri adalah robot yang menyerupai manusia.

OS Android menggunakan logo berbentuk robot yang berwarna hijau dan dikepalanya memiliki 2 antena. Namun seiring dengan perkembangan pada setiap versi, logo Android juga mengalami perubahan.

Sejarah Android

Tidak lengkap rasanya kalau kita tidak membahas mengenai sejarah Android. Siapa tahu ini jadi soal ujian sejarah di sekolah.

Dimulai pada tahun 2003, empat orang yang bernama Andy Rubin, Kaya Miner, Nick Sears, dan Chris White mendirikan perusahaan Android Inc. Pada awalnya mereka mengembangkan sebuah sistem operasi untuk penggunaan kamera digital. Namun, sadar akan pangsa pasar yang tidak cukup besar, mereka mengalihkan pengembangan sistem tersebut untuk digunakan pada telepon pintar atau yang biasa kita sebut  smartphone.

Di tahun 2005, terdengar rumor bahwa Google tertarik untuk memasuki pasar ponsel dan ini terlihat jelas ketika mereka mengakuisisi Android Inc. pada tanggal 17 Agustus di tahun itu. Kemudian 5 November 2007, Androidpun diresmikan melalui konsorsium Open Hanset Alliance, yang merupakan gabungan dari beberapa perusahaan besar seperti Google, produsen ponsel  (seperti HTC , Sony dan Samsung), operator nirkabel (seperti Sprint Nextel dan T –Mobile), dan pembuat chipset (seperti Qualcomm dan Texas Instruments).

Ponsel Android pertama yang tersedia secara komersial adalah HTC Dream, yang dirilis pada tanggal 22 Oktober 2008. Di tahun 2010, Google meluncurkan seri pertama Nexus, perangkat smartphone dan tablet yang menjalankan sistem operasi Android.

Sejak diluncurkan kali pertama, Android telah mengalami sejumlah perbaikan dengan menambahkan beberapa fitur baru dan memperbaiki bug dari versi sebelumnya. Uniknya nama yang digunakan pada setiap versi Android diambil dari nama makanan pencuci mulut, seperti versi 1.5 (Cupcake), v1.6 (Donut), v2.0 (Éclair), v2.2 (Froyo), v2.3 (Gingerbread), v4.0 (Ice Cream Sandwich), v4.1 (Jelly Bean) dan versi Android terbaru 4.4 (KitKat) yang dirilis pada Oktober 2013.


Kelebihan dan Kekurangan Android

Android telah mengalami perkembangan yang cukup luar biasa dan menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia untuk smartphone, menyalip Symbian pada kuartal keempat tahun 2010. Di tahun 2011, Android merupakan sistem operasi ponsel yang terbanyak diinstal dan memasuki November 2013, pangsa Android mencapai 80% secara global yang dipimpin oleh produk Samsung. Di Google I/O 2014, mereka membeberkan bahwa ada 1 juta pengguna Android aktif per bulan dan mencapai 538 juta pengguna di bulan Juni 2013.

Lalu mengapa sistem operasi Android bisa diterima begitu baik di pasaran? Berikut ini beberapa  kelebihan OS Android,
  1. Sistem operasi bersifat open source. Google selaku pengembang utama Android menerbitkan kode sumber (source code) secara bebas dan gratis untuk dimodifikasi oleh pengguna atau pengembang (developer), sehingga memungkinkan untuk membuat aplikasi dan game sendiri. Bahkan menurut phonearena.com di bulan Juli 2013 jumlah aplikasi di Google PlayStore telah mencapai 1 juta dan didownload lebih dari 50 milyar aplikasi.
  2. Mudah mensinkronisasi dengan produk layanan Google lainnyaGoogle merupakan salah satu penyedia layanan terbesar dan semua produknya umumnya digunakan banyak orang, misalnya Gmail, Youtube, Google Maps, Google Translate, dan lainnya. Semua layanan  tersebut dapat diakses dengan mudah melalui satu akun Google yang kita punya.
  3. Multitasking. Pengguna Android dapat menjalankan berbagai aplikasi sekaligus, seperti browsing, chatting  sambil mendengarkan lagu sekaligus.
  4. Kemudahan mengakses dari layar utama. Pengguna dapat mengatur aplikasi atau fitur yang sering digunakan seperti SMS, Bluetooth atau Kontak pada layar utama.
  5. Kemudahan kustomisasi ponsel. Seperti yang saya jelaskan di atas, Android yang bersifat open source memungkinkan tersediannya berbagai pilihan aplikasi, game, dan themes dari yang gratis hingga berbayar. Pengguna tidak akan bosan mengkustomisasi ponsel mereka dengan jumlah aplikasi, game dan themes yang begitu banyak.
  6. Tersedia pilihan ponsel dari beragam pabrikan. Melihat perkembangan Android yang begitu sukses di pasaran, membuat banyak pabrikan ponsel ikut menggunakan sistem operasi ini. Akibatnya pilihan ponselpun beragam dan menyebabkan harga ponsel Android cenderung turun. Meskipun ponsel yang memiliki perangkat lebih canggih, pengguna harus merogoh kantong lebih dalam, karena harganya bisa diatas 5 jutaan.
Selain keunggulan di atas, menurut saya sistem operasi Android juga memiliki beberapa kelemahan.
  1. Adanya Malware atau Virus. Munculnya pengembang-pengembang nakal yang menyisipkan malware atau virus pada aplikasi maupun game buatannya, memberikan masalah bagi pengguna Android. Dan Google PlayStore sebagai market resmi untuk mendownload aplikasi dan game juga tak mampu membendung aplikasi dan game berbahaya tersebut. Bisa jadi virus tersebut akibat kita salah mengunduh aplikasi yang ada pada Google Store dan bisa berakibat fatal. Salah satu solusi, anda bisa menggunakan aplikasi antivirus.
  2. Baterai cepat habis. Fitur Multitasking yang membuat pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dapat menyebabkan baterai ponsel lebih boros. Apalagi beberapa aplikasi tetap berjalan meskipun sudah ditutup, sehingga tanpa disadari baterai ponsel cepat habis.
  3. Banyak bermunculan iklan. Nah, kalau ini disebabkan aplikasi dan game yang pengguna download. Pengembang yang menjual aplikasi atau game buatan mereka secara gratis, biasanya menggunakan iklan sebagai pendapatan.
  4. Konsumsi Internet boros. Itu terjadi karena pengguna kurang jeli melihat pentunjuk yang tertera pada aplikasi atau game tersebut. Sebagian besar aplikasi atau game Android  menggunakan koneksi internet. Celakanya, koneksi internet bisa langsung terakses ketika pengguna mengklik tulisan tertentu di dalam bagian aplikasi atau game. Terkadang tulisannya dibuat sekecil mungkin sehingga pengguna luput dan mengkliknya.


Previous
Next Post »